NILAI-NILAI DALAM TRADISI MITEUMBEUYAN MIPIT PARE DI KAMPUNG SUKAJADI KABUPATEN BANDUNG SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN IPS
Keywords:
Nilai-nilai, Sumber Belajar, Tradisi Miteumbeuyan Mipit PareAbstract
Tradisi Miteumbeuyan Mipit Pare di kampung Sukajadi merupakan bentuk rasa syukur pada Sang Maha Kuasa atas keberlimpahan hasil panen dan kepercayaan terhadap mitologi Nyi Pohaci. Percepatan arus globalisasi telah mengubah gaya hidup masyarakat sehingga menyebabkan pelaku tradisi semakin berkurang. Kurangnya akses di pendidikan formal mengenai tradisi setempat pun mengakibatkan masyarakat semakin tabu terhadap nilai-nilai di lingkungan tempat tinggalnya sendiri, sehingga terjadilah dekadensi moral akibat ketidakmampuan memfilter hal negatif dari modernisasi. Diskomunikasi antara tradisi yang dikemas secara apik menggunakan unsur simbolik pun sering dianggap bersinggungan dengan ajaran agama sehingga menimbulkan multitafsir pandangan yang mengarah pada konflik masyarakat. Berangkat dari hal tersebut, maka penulis bertujuan memahami makna simbol, menganalisis faktor-faktor internalisasi serta menyisipkan nilai-nilai dalam tradisi miteumbeuyan mipit pare menjadi salah satu sumber pembelajaran IPS. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Tekhnik pengumpulan data oleh Spradley melalui empat tahapan utama, yaitu analisis domain, analisis taksonomi, analisis komponensial dan penemuan tema-tema budaya. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa pelaksanaan Tradisi Miteumbeuyan Mipit Pare memiliki beberapa tahapan yang masing-masing dari tahapannya mempunyai makna simbolik tentang ngaji diri (filsafat adat). Dalam internalisasinya ditemukan faktor pendukung dan penghambat, serta nilai-nilai etnopedagogi berkaitan dengan kecerdasan ekologis sehingga cocok menjadi bagian dari pendidikan berbasis kearifan lokal (etnopedagogi).




