BUSINESS PROCESS REDESIGN FOR PRODUCTION EFFICIENCY: A CASE STUDY OF BPR IMPLEMENTATION AT AFR ACTIVEWEARActivewear
Keywords:
Business Process Reengineering, Throughput Efficiency, Convection Industry, Kanban Board, Operational EfficiencyAbstract
Industri konveksi custom menuntut kecepatan dan ketepatan produksi untuk menjaga kepuasan pelanggan di tengah persaingan yang ketat. AFR Activewear saat ini menghadapi kendala operasional yang signifikan berupa keterlambatan penyelesaian pesanan yang sering melebihi standar waktu 14 hari kerja. Permasalahan ini disebabkan oleh manajemen antrian yang masih manual, alur komunikasi yang terfragmentasi, dan terjadinya penumpukan (bottleneck) pada proses produksi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi operasional melalui pendekatan Business Process Reengineering (BPR). Metodologi penelitian meliputi pemetaan proses bisnis saat ini (As-Is), pengukuran kinerja menggunakan indikator throughput efficiency, serta perancangan proses usulan (To-Be) yang diintegrasikan dengan sistem informasi manajemen produksi berbasis web (Kanban Board). Hasil analisis menunjukkan bahwa proses saat ini memiliki efisiensi throughput yang rendah, yaitu sebesar 62,3%, dengan dominasi waktu tunda akibat proses administratif. Penerapan rancangan proses baru yang didukung sistem visual terintegrasi terbukti mampu meningkatkan efisiensi throughput menjadi 73,9% (meningkat sebesar 11,6%) dan memangkas total waktu penyelesaian pesanan sebesar 15,8%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi proses bisnis melalui BPR dan adopsi teknologi informasi mampu meminimalkan aktivitas non-produktif (non-value added), mengurangi risiko kesalahan manusia, serta meningkatkan daya saing UMKM.





