POTENSI EKOWISATA DI KAWASAN KONSERVASI TAMAN BURU GUNUNG MASIGIT KAREUMBI KECAMATAN CICALENGKA KABUPATEN BANDUNG

Authors

  • NENENG NENIH Dosen Prodi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Bale Bandung
  • IKEU RASMILAH Dosen Prodi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Bale Bandung
  • RINA NIAWATI Prodi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Bale Bandung

Keywords:

Potensi Ekowisata, Konservasi

Abstract

Indonesia memiliki potensi dan kekayaan alam yang bernilai tinggi dalam pasar industri wisata alam, khususnya ekowisata. Sebagai bentuk wisata yang sedang trend, ekowisata mempunyai kekhususan tersendiri yaitu mengedepankan konservasi lingkungan, pendidikan lingkungan, kesejahteraan penduduk lokal dan menghargai budaya lokal. Kawasan Konservasi Taman Buru Gunung Masigit Kareumbi ditunjuk menjadi taman buru dengan Surat Keputusan Menteri Pertanian No. 29/Kpts/Um/5/1976 pada tanggal 15 Mei 1976, dan ditetapkan menjadi taman buru dengan Surat Keputusan Menteri Kehutanan No. 298/Kpts-II/98 pada tanggal 27 Februari 1998. Taman Buru ini berlandaskan pada unsur konservasi dan hutan lindung, dan mengedepankan unsur ekowisata didalamnya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif dengan menggunakan teknik wawancara dan persentase dalam melakukan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya potensi ekowisata dalam aspek fisik, aksebilitas dan sarana prasarana, dimana setiap aspek memiliki keunggulan masing-masing. Upaya pengelola dalam pengembangan kawasan berjalan cukup baik mesti tanpa bantuan pihak pemerintah namun pengelola dapat mengembangkan kawasan walaupun dengan hasil yang belum maksimal. Pengelola membuat wali pohon dan penangkaran rusa dengan upaya untuk pelestarian flora dan fauna yang ada di kawasan agar tidak terjadi kepunahan ekosistem bila nanti daya tarik wisata telah dibuka.

Downloads

Published

2018-11-30

How to Cite

POTENSI EKOWISATA DI KAWASAN KONSERVASI TAMAN BURU GUNUNG MASIGIT KAREUMBI KECAMATAN CICALENGKA KABUPATEN BANDUNG . (2018). GEOAREA | Jurnal Geografi, 1(2), 25-35. https://ejournal.unibba.ac.id/index.php/Geoarea/article/view/143