KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DESA RANCAKASUMBA KECAMATAN SOLOKANJERUK KABUPATEN BANDUNG
(STUDI KOMPARATIF BURUH TANI DAN BURUH PABRIK)
Keywords:
kesejahteraan masyarakat, buruh tani, buruh pabrikAbstract
Mata pencaharian yang jumlahnya paling tinggi di Desa Rancakasumba Kecamatan Solokanjeruk Kabupaten Bandung adalah buruh tani dan buruh pabrik. Hal ini terjadi karena jumlah lahan persawahan masih cukup luas dan banyaknya pabrik yang berdiri di desa tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kesejahteraan buruh tani dengan buruh pabrik. Adapun rumusan masalah mengenai hal tersebut diantarnya: Bagaimana tingkat kesejahteraan buruh tani dengan buruh pabrik, Faktor apa saja yang menjadikan perbedaan terhadap kesejahteraan antara buruh tani dengan buruh pabrik, Bagaimana upaya pemerintah Desa Rancakasumba untuk meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. Dengan teknik pengumpulan data yang dipergunakan adalah studi kepustakaan, observasi, wawancara angketdan dokumentasi. Dalam menganalisis datanya peneliti menggunakan rumus presentase. Populasi dalam penelitian ini adalah buruh tani 256 dan buruh pabrik 1852 dan sampel yang diambil menurut Rumus Slovin 1960 adalah 23 buruh tani dan 25 buruh pabrik. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan tingkat kesejahteraan masyarakat dimana buruh tani masuk kesalam tingkat keluarga sejahtera II dan buruh pabrik masuk kedalam keluarga sejahtera III. Perbedaan yang sangat dominan adalah pendapatan dimana buruh tani mendapatkan penghasilan perbulan Rp. 2.000.000 sedangkan buruh pabrik bisa mencapai Rp. 3.200.000. Waktu bekerja buruh pabrik setiap hari akan tetapi buruh tani tidak bekerja setiap hari dikarenakan musim padi. Upaya pemerintah dalam mensejahterakan masyarakat dengan memberikan bantuan sosial seperti BLT, PKH dan sembako murah. Program ini sangat membantu masyarakat khusunya buruh tani.




