PERBANDINGAN PENGGUNAAN MODEL GI DENGAN NHT TERHADAP KETERAMPILAN MENGIDENTIFIKASI TEKS CERITA FANTASI

Authors

  • Tika Sintia Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP PGRI Sumatera Barat
  • Trisna Helda Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP PGRI Sumatera Barat
  • Samsiarni Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP PGRI Sumatera Barat

Keywords:

Perbandingan, Group Investigation (GI), Numbered head Together (NHT), Teks Cerita Fantasi

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh beberapa faktor, yaitu faktor dari siswa dan faktor dari guru. Pertama, faktor dari siswa, hal ini dapat dilihat dari kurangnya minat siswa dalam pembelajaran mengidentifikasi teks cerita fantasi. Siswa pada dasarnya kurang memahami dan kesulitan dalam mengidentifikasi unsur-unsur teks cerita fantasi. Kedua, faktor dari guru, guru jarang menggunakan model dan teknik dalam proses pembelajaran sehingga siswa kesulitan dalam mengidentifikasi unsur-unsur teks cerita fantasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perbandingan model pembelajaran Group Investigation (GI) Dengan Numbered Head Together (NHT) Terhadap Keterampilan Mengidentifikasi Teks Cerita Fantasi Siswa Kelas VII SMP Negeri 29 Solok Selatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Desain penelitian ini adalah randomized control-group posttes only design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 29 Solok Selatan yang berjumlah 44 orang yang terdaftar pada tahun 2020/2021. Sampel penelitian ini kelas VII1 (Eksperimen 1) dan kelas VII2 (Eksperimen 2). Data penelitian ini adalah skor hasil tes keterampilan mengidentifikasi teks cerita fantasi dengan menggunakan model pembelajaran Group Investigation (GI) dan skor hasil tes keterampilan mengidentifikasi unsur-unsur teks cerita fantasi dengan penggunaan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) berdasarkan hasil penelitian disimpulkan hal sebagai berikut: Pertama, keterampilan mengidentifikasi teks cerita fantasi siswa kelas VII1 SMP Negeri 29 Solok Selatan dengan menggunakan model pembelajaran Group Investigation (GI) memperoleh nilai rata-rata 70,29 dengan tingkat penguasaan 66-75% yaitu berada pada kualifikasi Lebih dari Cukup. Kedua, keterampilan mengidentifikasi teks cerita fantasi siswa kelas VII2 SMP Negeri 29 Solok Selatan dengan menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) memperoleh nilai rata-rata78,08 dengan tingkat penguasaan 76-85% yaitu berada pada kualifikasi Baik. Ketiga, terdapat perbandingan yang signifikan penggunaan model pembelajaran Group Investigation (GI) dengan Numbered head Together (NHT) terhadap keterampilan mengidentifikasi teks cerita fantasi siswa kelas VII SMP Negeri 29 Solok Selatan karena thitung>ttabel (2,52>1,68).

Downloads

Published

2021-04-30

How to Cite

Sintia, T. ., Helda, T., & Samsiarni. (2021). PERBANDINGAN PENGGUNAAN MODEL GI DENGAN NHT TERHADAP KETERAMPILAN MENGIDENTIFIKASI TEKS CERITA FANTASI. METAMORFOSIS | Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia Dan Pengajarannya, 14(1), 37–43. Retrieved from https://ejournal.unibba.ac.id/index.php/metamorfosis/article/view/544