This is an outdated version published on 2018-10-31. Read the most recent version.

PEMANFAATAN FOKLORE BERBASIS MULTILINGUAL UNTUK MENINGKATKAN BUDAYA LITERASI

Authors

  • Dr. Rina Andriani, M.Pd. Dosen FKIP Universitas Bale Bandung

DOI:

https://doi.org/10.55222/metamorfosis.v11i2.36

Keywords:

folklore berbasis multilingual, budaya literasi

Abstract

Hasil dari penelitian ini menjelaskan peningkatan budaya literasi siswa Indonesia dengan memanfaatkan folklore (cerita rakyat) berbasis multilingual. Penelitian ini dilakukan karena budaya literasi siswa Indonesia masih rendah dan buruk. Beberapa faktor penyebab rendahnya budaya literasi adalah 1) kebiasaaan membaca yang buruk, 2) kurangnya bahan bacaan yang tepat, menarik, dan bermanfaat, 3) lingkungan yang tidak mendukung kepada kebiasaan membaca siswa. Folklore (cerita rakyat) yang tersebar di lingkungan siswa dapat dimanfaatkan sebagai bahan bacaan. Folklore (cerita rakyat) disajikan dalam tiga bahasa yaitu bahasa ibu (daerah), bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris. Hal ini dilakukan agar siswa menguasai dan memahami bahasa ibunya (bahasa daerah), bahasa Indonesia, dan juga bahasa asing (bahasa Inggris) selain itu semakin memahami nilai-nilai, pesan, yang terkandung di dalam cerita rakyat tersebut dan memperkokoh penguatan karakter pada diri mereka.

Downloads

Published

2018-10-31

Versions

How to Cite

PEMANFAATAN FOKLORE BERBASIS MULTILINGUAL UNTUK MENINGKATKAN BUDAYA LITERASI. (2018). METAMORFOSIS | Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia Dan Pengajarannya, 11(2), 7-11. https://doi.org/10.55222/metamorfosis.v11i2.36