PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN BERBASIS AUDIOVISUALTERHADAP PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANGPOLYENDOCRINE METABOLIC OVARIAN SYNDROME (PMOS)DI SMA PERKAPPEN SINUMBRA
DOI:
https://doi.org/10.55222/xzkgwv35Keywords:
pendidikan kesehatan, audiovisual, pengetahuan, PMOS, remaja putriAbstract
Polyendocrine Metabolic Ovarian Syndrome (PMOS), yang sebelumnya dikenal sebagai Polycystic Ovary Syndrome (PCOS), merupakan gangguan endokrin yang berkaitan dengan masalah reproduksi dan metabolik. Studi pendahuluan di SMA Perkappen Sinumbra menunjukkan 80% dari 10 siswi berada pada kategori pengetahuan kurang tentang PMOS. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan berbasis media audiovisual terhadap pengetahuan remaja putri tentang PMOS. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain pre-experimental One Group Pretest-Posttest. Populasi terdiri atas 115 siswi, dengan 90 responden yang hadir dan memenuhi kriteria penelitian. Pengambilan sampel menggunakan total sampling. Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner tertutup skala Guttman sebanyak 25 item yang telah dinyatakan valid dan reliabel (Cronbach’s Alpha 0,856). Intervensi berupa video edukasi audiovisual berdurasi 5 menit yang telah melalui penilaian ahli. Analisis menggunakan Kolmogorov-Smirnov dan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 68,66 (SD 23,46) pada pretest menjadi 92,44 (SD 9,95) pada posttest. Kategori baik meningkat dari 53,3% menjadi 96,7%, sedangkan kategori kurang menurun dari 21,1% menjadi 0%. Uji Wilcoxon menunjukkan Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,000 (p < 0,05), dengan 79 responden mengalami peningkatan skor, 5 mengalami penurunan, dan 6 tidak berubah. Pendidikan kesehatan berbasis audiovisual terbukti berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan remaja putri tentang PMOS.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Healthy Journal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



