HUBUNGAN TINGKAT STRES DAN KUALITAS TIDUR DENGAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BALEENDAH
DOI:
https://doi.org/10.55222/yr894y92Keywords:
Lansia, Hipertensi, Tingkat Stres, Kualitas Tidur, Tekanan DarahAbstract
Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak terjadi pada lansia dan memerlukan pengendalian secara berkelanjutan. Selain faktor fisiologis, tekanan darah dapat dipengaruhi oleh kondisi psikologis dan kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres dan kualitas tidur dengan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Baleendah Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik korelasional dan pendekatan cross-sectional. Populasi berjumlah 63 lansia penderita hipertensi dan sampel sebanyak 55 responden yang dipilih dengan purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan Perceived Stress Scale-10 (PSS-10), Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), dan pengukuran langsung tekanan darah. Analisis menggunakan uji Rank Spearman untuk hubungan tingkat stres dengan tekanan darah dan uji Chi-Square untuk hubungan kualitas tidur dengan tekanan darah. Hasil menunjukkan tingkat stres sedang merupakan kategori terbanyak (42%), kualitas tidur buruk sebesar 80%, dan hipertensi derajat 2 sebesar 44%. Terdapat hubungan positif, searah, sangat kuat, dan signifikan antara tingkat stres dengan tekanan darah (r=0,931; p<0,000). Terdapat pula hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan tekanan darah (p<0,000; X²=49,375).
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Healthy Journal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



