PENGARUH SENAM LANSIA TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI DESA SAMUDERAJAYA
DOI:
https://doi.org/10.55222/2jrbkg47Keywords:
hipertensi, lansia, senam lansia, tekanan darah, keperawatan gerontikAbstract
Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang umum pada lanjut usia dan memerlukan pengendalian berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan tekanan darah sebelum dan sesudah senam lansia pada penderita hipertensi di Desa Samuderajaya, Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut. Penelitian kuantitatif menggunakan rancangan one-group pretest–posttest dengan 26 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Tekanan darah diukur sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank. Median tekanan darah sistolik menurun dari 156,50 mmHg menjadi 141,50 mmHg, sedangkan median diastolik menurun dari 91,00 mmHg menjadi 85,50 mmHg. Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan sebelum dan sesudah intervensi pada tekanan darah sistolik (Z = ?4,460; p < 0,001) dan diastolik (Z = ?3,697; p < 0,001). Sebanyak 23 responden (88,5%) melaksanakan senam sesuai standar operasional prosedur. Temuan ini menunjukkan bahwa senam lansia berpotensi menjadi bagian dari upaya nonfarmakologis untuk membantu pengendalian tekanan darah. Kebaruan kontekstual penelitian terletak pada pelaporan perubahan tekanan darah bersamaan dengan kesesuaian pelaksanaan senam pada komunitas pedesaan setempat; namun, desain tanpa kelompok kontrol membatasi kesimpulan kausal.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Healthy Journal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



