HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KEPATUHAN DIET PADA PASIEN YANG MENJALANI HEMODIALISIS
DOI:
https://doi.org/10.55222/c8gptn05Keywords:
Aktivitas fisik, Hemodialisis, Kepatuhan diet, Keperawatan, Penyakit ginjal kronisAbstract
Pasien penyakit ginjal kronis yang menjalani hemodialisis memerlukan pengelolaan kesehatan berkelanjutan, termasuk pengaturan diet dan aktivitas fisik. Hubungan antara tingkat aktivitas fisik dan kepatuhan diet pada populasi ini masih perlu dikaji. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tingkat aktivitas fisik dengan kepatuhan diet pada pasien yang menjalani hemodialisis di Rumah Sakit Islam Muhammadiyah Kendal. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 69 pasien dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Aktivitas fisik diukur menggunakan International Physical Activity Questionnaire-Short Form (IPAQ-SF) versi Bahasa Indonesia, sedangkan kepatuhan diet diukur menggunakan kuesioner kepatuhan diet pada pasien penyakit ginjal kronis yang menjalani hemodialisis. Data dianalisis menggunakan uji Spearman Rank dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat aktivitas fisik kategori sedang (42 responden; 60,9%), sedangkan mayoritas tidak patuh terhadap diet (41 responden; 59,4%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,203 dengan nilai (p = 0,062). Dengan demikian, tidak ditemukan hubungan yang signifikan secara statistik antara tingkat aktivitas fisik dan kepatuhan diet pada pasien hemodialisis dalam penelitian ini.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Healthy Journal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



