IMPLEMENTASI SISTEM MONITORING KELAYAKAN AIR MINUM BERBASIS IOT DENGAN FUZZY TSUKAMOTO PADA MATA AIR DESA SUKAMAJU
DOI:
https://doi.org/10.55222/5mq6vq93Keywords:
Fuzzy Tsukamoto; Internet of Things; Kualitas Air Minum; Monitoring, WaterfallAbstract
Air layak konsumsi merupakan kebutuhan dasar manusia yang penting bagi kesehatan, namun banyak
wilayah pedesaan seperti Desa Sukamaju belum memiliki sistem pemantauan kualitas air secara real-time
sesuai standar kesehatan. Penilaian kelayakan air umumnya masih subjektif tanpa indikator ilmiah yang pasti.
Penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan sistem monitoring kualitas air minum berbasis
Internet of Things (IoT) dengan empat parameter utama: pH, TDS, kekeruhan, dan suhu. Sistem
menggunakan algoritma Fuzzy Tsukamoto untuk menentukan tingkat kelayakan air secara otomatis melalui
dashboard web yang mudah diakses. Panel surya digunakan sebagai sumber energi mandiri, serta disertai
fitur notifikasi WhatsApp untuk peringatan dini. Pengembangan sistem mengikuti metode Waterfall, dengan
data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi literatur. Hasil implementasi menunjukkan sistem
dapat bekerja dengan baik dalam menampilkan data sensor dan mengklasifikasikan kualitas air secara
otomatis. Berdasarkan uji lapangan di dua sumber mata air, seluruh sampel terklasifikasi sebagai “Layak
Minum” dengan rata-rata tingkat error sensor 15,17% (pH), 52,20% (TDS), dan 6,83% (suhu). Sistem ini
berpotensi menjadi solusi awal pemantauan kualitas air di pedesaan, meskipun tetap diperlukan verifikasi
laboratorium untuk parameter mikrobiologis dan kimia yang lebih kompleks.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Riska Nurhayan, Mohammad Bayu Anggara

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





